Ever-power NM Coupling Co., LtdSolusi Kopling Fleksibel NM
Email Penjualan[email protected]

Deskripsi Produk

Nama Produk kopling nm
Bahan besi cor
Jenis nm 50-214
Struktur  2 shaft ( 1 / 1a / 1b )+spider
Ukuran lubang  7-952 mm
Berat  Sekitar 0,48-35,7 kg/buah
packing plastic bag +paper box +wooden box +wooden pallet

            

Flexible Coupling/Couplings

1. One Piece metallic spring coupling

2. Zero backlash

3. Absorption of parallel, angular misalignment and shaft end-play by spring action

4. Identical clockwise and anticlockwise rotational characteristics

5. Setscrew type or Clamp Type

6. Material: Aluminum Alloy or Stainless steel or other materials per customers’ request.

7. Anti-corrsion,widely used in medical science ,chemistry

8. High flexibilty

9. For servomotor stepmotor

 

What applications are coupling used for?

Couplings are used in servo drive technology, machine tools,  packaging machinery, automation systems,  printing presses, industrial robots,  control and positioning technology,  and general mechanical engineering.

 

MAIN PRODUCTS:

1) Timing Belt Pulley (Synchronous Pulley), Timing Bar, Clamping Plate;

2) Forging, Casting, Stampling Part;

3) V Belt Pulley and Taper Lock Bush; Sprocket, Idler and Plate Wheel;Spur Gear, Bevel Gear, Rack; 

4) Shaft Locking Device: could be alternative for Ringfeder, Sati, Chiaravalli, Tollok, etc.;

5) Shaft Coupling:including Miniature couplings, Curved tooth coupling, Chain coupling, HRC coupling,              Normex coupling, Type coupling, GE Coupling, torque limiter, Universal Joint; 

6) Shaft Collars: including Setscrew Type, Single Split and Double Splits;

7) Timing Belt: including Rubber and PU timing belts for industrial;

8) Other customized Machining Parts according to drawings (OEM).

      

  /* 22 Januari 2571 19:08:37 */!function(){function s(e,r){var a,o={};try{e&&e.split(“,”).forEach(function(e,t){e&&(a=e.match(/(.*?):(.*)$/))&&1

Standar atau Nonstandar: Standar
Lubang Poros: 8-24
Torsi: 1.3-300
Diameter Lubang: 7-952
Kecepatan: 3000-13500
Struktur: Fleksibel
Contoh:
US$ 10/Buah
1 Buah (Minimum Pemesanan)

|
Minta Sampel

Kustomisasi:
Tersedia

|

Permintaan Khusus

China Custom Good Quality High Torque Nm Rubber Coupling and Gr Ge HRC Spider Coupling  nm couplimg

kopling nm

How does a flexible coupling handle angular, parallel, and axial misalignment?

A flexible coupling is designed to accommodate various types of misalignment between two rotating shafts: angular misalignment, parallel misalignment, and axial misalignment. The flexibility of the coupling allows it to maintain a connection between the shafts while compensating for these misalignment types. Here’s how a flexible coupling handles each type of misalignment:

  • Angular Misalignment: Angular misalignment occurs when the axes of the two shafts are not collinear and form an angle with each other. Flexible couplings can handle angular misalignment by incorporating an element that can flex and bend. One common design is the “spider” or “jaw” element, which consists of elastomeric materials. As the shafts are misaligned, the elastomeric element can deform slightly, allowing the coupling to accommodate the angular offset between the shafts while still transmitting torque.
  • Parallel Misalignment: Parallel misalignment, also known as offset misalignment, occurs when the axes of the two shafts are parallel but not perfectly aligned with each other. Flexible couplings can handle parallel misalignment through the same elastomeric element. The flexible nature of the element enables it to shift and adjust to the offset between the shafts, ensuring continuous power transmission while minimizing additional stresses on the machinery.
  • Axial Misalignment: Axial misalignment, also called end-play misalignment, occurs when the two shafts move closer together or farther apart along their common axis. Flexible couplings can handle axial misalignment through specific designs that allow limited axial movement. For instance, some couplings use slotted holes or a floating member that permits axial displacement while maintaining the connection between the shafts.

By providing the capability to handle angular, parallel, and axial misalignment, flexible couplings offer several advantages for power transmission systems:

  • They help to prevent premature wear and damage to the connected equipment, reducing maintenance and replacement costs.
  • They minimize vibration and shock loads, enhancing the overall smoothness and reliability of the machinery.
  • They reduce the risk of equipment failure due to misalignment-induced stresses, improving the system’s operational life.
  • They allow for easier installation and alignment adjustments, saving time and effort during setup and maintenance.

Overall, flexible couplings play a crucial role in handling misalignment and ensuring efficient power transmission in various industrial applications.

kopling nm

Bisakah kopling fleksibel digunakan dalam aplikasi dengan suhu operasi yang bervariasi?

Ya, kopling fleksibel dapat digunakan dalam aplikasi dengan suhu operasi yang bervariasi. Kesesuaian kopling fleksibel untuk rentang suhu tertentu bergantung pada desain dan bahan yang digunakan dalam pembuatannya. Berbagai jenis kopling fleksibel tersedia untuk menangani berbagai kondisi suhu, sehingga serbaguna untuk digunakan di berbagai industri dan lingkungan.

Aplikasi Suhu Tinggi:

Untuk aplikasi dengan suhu operasi tinggi, seperti yang ditemukan dalam proses industri tertentu, sistem pembuangan, atau mesin suhu tinggi, digunakan kopling fleksibel yang terbuat dari material dengan ketahanan panas yang sangat baik. Material ini dapat mencakup paduan baja tahan karat, baja yang diberi perlakuan panas, atau elastomer suhu tinggi khusus. Kopling fleksibel suhu tinggi dirancang untuk mempertahankan sifat mekaniknya, termasuk fleksibilitas dan kemampuan transmisi torsi, bahkan pada suhu tinggi.

Aplikasi Suhu Rendah:

Sebaliknya, untuk aplikasi di lingkungan yang sangat dingin atau proses kriogenik, digunakan sambungan fleksibel yang terbuat dari material dengan ketahanan suhu rendah. Sambungan ini dirancang agar tetap fleksibel dan berfungsi pada suhu yang sangat rendah tanpa menjadi rapuh atau kehilangan kemampuannya untuk menangani ketidaksejajaran. Beberapa sambungan suhu rendah mungkin menggunakan polimer atau elastomer khusus dengan kinerja suhu dingin yang sangat baik.

Pertimbangan Rentang Suhu:

Saat memilih kopling fleksibel untuk aplikasi dengan suhu operasi yang bervariasi, penting untuk mempertimbangkan rentang suhu spesifik di mana kopling akan beroperasi. Beberapa kopling fleksibel memiliki rentang suhu yang lebih luas, memungkinkan mereka berfungsi secara efektif baik di lingkungan suhu tinggi maupun rendah. Namun, dalam kondisi suhu ekstrem, kopling khusus mungkin diperlukan untuk memastikan kinerja yang andal dan mencegah kegagalan dini.

Pedoman Produsen:

Produsen sambungan fleksibel menyediakan panduan dan spesifikasi mengenai kisaran suhu produk mereka. Sangat penting untuk merujuk pada dokumentasi produsen untuk memastikan bahwa sambungan yang dipilih sesuai untuk suhu operasi yang dimaksudkan dari aplikasi tersebut. Menggunakan sambungan di luar kisaran suhu yang direkomendasikan dapat menyebabkan masalah kinerja, penurunan efisiensi, atau bahkan kegagalan.

Aplikasi:

Kopling fleksibel dengan ketahanan suhu yang bervariasi banyak digunakan di berbagai industri, termasuk kedirgantaraan, otomotif, manufaktur, pembangkit listrik, dan banyak lagi. Baik dalam sistem pembuangan suhu tinggi, proses kriogenik suhu rendah, atau aplikasi industri biasa dengan fluktuasi suhu, kopling fleksibel memainkan peran penting dalam menyediakan transmisi daya yang andal dan kompensasi ketidaksejajaran.

Singkatnya, kopling fleksibel dapat digunakan secara efektif dalam aplikasi dengan suhu operasi yang bervariasi, asalkan desain dan sifat material kopling sesuai dengan persyaratan suhu spesifik aplikasi tersebut.

kopling nm

Bahan apa saja yang umum digunakan dalam pembuatan kopling fleksibel?

Kopling fleksibel diproduksi menggunakan berbagai macam material, yang masing-masing menawarkan sifat dan karakteristik berbeda yang sesuai untuk aplikasi tertentu. Pilihan material bergantung pada faktor-faktor seperti persyaratan aplikasi, kondisi lingkungan, kapasitas torsi, dan fleksibilitas yang diinginkan. Berikut adalah beberapa material yang umum digunakan dalam pembuatan kopling fleksibel:

  • Baja: Baja merupakan material yang banyak digunakan dalam kopling fleksibel karena kekuatan, daya tahan, dan kemampuan transmisi torsi yang sangat baik. Kopling baja cocok untuk aplikasi industri tugas berat dengan kebutuhan torsi tinggi dan kondisi operasi yang keras.
  • Baja tahan karat: Baja tahan karat sering digunakan untuk pembuatan sambungan fleksibel di lingkungan dengan potensi korosi yang tinggi. Sambungan baja tahan karat menawarkan ketahanan yang sangat baik terhadap karat dan unsur korosif lainnya, sehingga ideal untuk aplikasi di bidang kelautan, pengolahan makanan, dan industri kimia.
  • Aluminium: Kopling aluminium ringan, memiliki inersia rendah, dan memberikan keseimbangan yang sangat baik. Kopling ini umum digunakan dalam aplikasi di mana pengurangan bobot sangat penting, seperti di bidang kedirgantaraan dan robotika.
  • Kuningan: Sambungan kuningan dikenal karena konduktivitas listriknya dan digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan pentanahan listrik atau isolasi listrik, seperti pada mesin industri atau peralatan elektronik tertentu.
  • Besi cor: Sambungan besi cor menawarkan kekuatan dan daya tahan yang baik dan sering digunakan dalam aplikasi industri di mana ketahanan terhadap beban kejut dan getaran sangat diperlukan.
  • Plastik/Polimer: Beberapa sambungan fleksibel menggunakan polimer atau plastik berkinerja tinggi, seperti poliuretan atau nilon. Material ini memberikan fleksibilitas yang baik, gesekan rendah, dan ketahanan terhadap bahan kimia. Sambungan plastik cocok untuk aplikasi di mana ketahanan terhadap korosi dan bobot ringan sangat penting.
  • Elastomer: Elastomer digunakan sebagai elemen fleksibel dalam banyak kopling fleksibel. Material seperti karet alam, neoprena, atau uretan umumnya digunakan sebagai elemen penyangga elastomer, yang memberikan fleksibilitas dan sifat peredaman getaran.

Pemilihan material sambungan bergantung pada kebutuhan spesifik aplikasi. Misalnya, aplikasi berkinerja tinggi dan tugas berat mungkin memerlukan sambungan baja atau baja tahan karat karena kekuatannya, sedangkan aplikasi di mana pengurangan berat sangat penting mungkin mendapat manfaat dari sambungan aluminium atau polimer. Selain itu, pilihan material dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kisaran suhu, paparan bahan kimia, dan persyaratan listrik di lingkungan operasi aplikasi.

Para produsen biasanya menyediakan spesifikasi material untuk kopling mereka, membantu pengguna membuat keputusan yang tepat berdasarkan tuntutan spesifik dari aplikasi mereka.

China Custom Good Quality High Torque Nm Rubber Coupling and Gr Ge HRC Spider Coupling  nm couplimgChina Custom Good Quality High Torque Nm Rubber Coupling and Gr Ge HRC Spider Coupling  nm couplimg
editor by CX 2024-04-08